Cari Blog Ini

Selasa, 02 November 2010

SADARKAH ??!

serumpun mimpi dari anak negeri
melihat jinaknya tanah liar ini
sebenarnya kita tidak kenal negeri ini
sebenarnya dia tersenyum dan menari
tapi terdiam tuk saat ini.

mengapa kau bertanya
apa pura-pura buta???
sungguh kau tak ingin kenal kegelisahaannya
apakah kau merasa panas?, begitupun dia.
kepada yang tlah nyata, mengapa kau tutup telinga??

sadarkah???
kau kenyang diatas dukanya
dia kini tlah tua atau menua karena kita.
hempasan duka untuk kita hanya teguran saja
samapaikah pada yang kaya diatas air mata?
inilah.. ketika yang indah jadi nestafa,

kita tahu tuhan murka,
lalu tertunduk sejenak, menangisi derita
untuk kemudian menari-nari dan kembali lupa.
berduka lagi, untuk lupa lagi... samapi mati!

MAUKAH.....?

jika tak kau izinkan
ku yakin angin pun tak pernah ku kenal
tapi karna kau izinkan
maka aku berjingkrakkan sejenak untuk kemudian menjadi gelisah
dalam dekapan senyap malam.

wahai sang programmer hidupku,
ku ingin seperti ilalang yang selalu searah dengan angin.
maka, rantailah aku, genggamlah dan langkahkan pada yang kau inginkan.
tapi... pegangi aku, karna aku slalu jatuh,
aku slalu memahat batu yang keras ini,
untukku agar dekat denganMu.

yang aku inginkan adalah kau bersamaku,
maukah????

Sabtu, 12 Desember 2009

BENCANA…
OLEH AYU AMELIA RILLIS
Kelas : XII IA2



Gelombang murka bumi
Mungkin tak dapat terlukis
Tanah enggan, bumi bosan
Mengaggungkan kekejaman manusia
Mungkin hentakkan dari tuhan
Yang dikabarkan dalam duka nestafa
Untuk makhluk yamg berakal serakah

Mungkin manusia tak pernah mengerti
Arti tangis sekitar alam
Dan saudara yang merana karena duka
Serta kehilangan dan pedih yang melanda
Takkan berhenti hingga semua musnah

Bumi tak bertangan telah menghempaskan
Harapan yang tak terlampaui
Akan selalu ada jeritan di benak makhluk-NYA
Hingga bumi membalas semua perlakuan kita
Jangan Tanya pada bencana
Mengapa ia cinta negeri ini
Tanya semua pada nurani-nurani yang mulai buta.